HEADLINE

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Next

POTENSI WISATA

Menaksopal-Satu setengah bulan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) melakukan survey lapangan di desa Dompyong Bendungan. Satu setengah bulan mereka bekerja, telah terpetakan potensi desa ini untuk menjadi salah satu bagian...

POTENSI WISATA

24-05-2016 Hits:163 POTENSI WISATA Super User - avatar Super User

Read more

PELAYANAN

GAMBARAN PELAYANAN KANTOR CAMAT BENDUNGAN   2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi PD   Berdasarkan Peraturan Bupati Trenggalek Nomor 131 Tahun 2011, tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Kabupaten Trenggalek, Pemerintah Kecamatan Bendungan...

PELAYANAN

24-05-2016 Hits:115 PELAYANAN Super User - avatar Super User

Read more

Visi dan Misi Kec. Bendungan

 Visi dan Misi PD   Program-program prioritas pembangunan RPJMD belum seluruhnya terakomodir dalam RKPD Kabupaten Trenggalek tahun 2016, dimana pada tahun 2016 adalah merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMD yang sekaligus juga sebagai...

24-05-2016 Hits:125 VISI MISI Super User - avatar Super User

Read more

POTENSI WISATA

Menaksopal-Satu setengah bulan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) melakukan survey lapangan di desa Dompyong Bendungan. Satu setengah bulan mereka bekerja, telah terpetakan potensi desa ini untuk menjadi salah satu bagian desa wisata.

Menurut Ketua Umum  Asidewi Andi Yuono Dompyong layak menjadi salah satu desa wisata dikarenakan terdapat beberapa potensi destinasi wisata mulai dari potensi keindahan alam maupun perkebunan, peternakan dan warisan sejarah.

Saat Dikonfirmasi menaksopaldiscovery,com Andi menyampaikan, konsep desa Wisata Dompyong Bendungan ini pihaknya akan mengusung CBT (Community Based Tourism). Dimana nantinya masayarakat yang ada akan dilibatkan penuh dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun pengelolanya adalah masyarakat itu sendiri. Jadinya masyarakat yang akan menjadi pengelola, pemilik dan yang akan menikmati kue hasil dari wisata tersebut, jelas Andi.

Terkait Dompyong dikarenakan terdapat beberapa destinasi wisata alam, termasuk air terjun, perkebunan Dilem WIlis, hutan produktif yang cukup variatif mulai Pinus, Mahoni dan lain sebagainya, disini cocok menjadi desa wisata berbasis tematik edukasi. Nantinya desa wisata bisa menyasar segmen pasar kelompok-kelompok sekolah mulai PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi.

Sehingga nantinya tidak sekedar menunggu tamu datang ke desa wisata ini melainkan dapat mengsung wisata tematik tersebut sebagai sara edukasi, seperti dicontohkan olehnya bagaimana cara mengolah susu mulai memeras, menyimpan, sampai dengan menjadi produk olahannya seperti apa.

Sifatnya Asidewi sebagai konsultan saja, dengan merencanakan selanjutnya pihaknya menyiapkan kapasitas SDMnya dari masyarakat produksi seperti petani maupun peternak menjadi masyarakat desa pariwisata, termasuk meningkatkan kapasitas kelembagaannya. Tak hanya berhenti sampai dengan ini saja, setelah desa wisata ini siap pihaknya akan memobilisasi tamu untuk masuk ke desa wisata ini. Setelah semuanya siap tentunya Asidewi sudah tdak ada di sini, Asidewi harus sudah lepas dan hanya memfasilitasi saja serta memonitoring perjalannnya.

Sayangnya budaya masyarakat yang tidak mencerminkan sapta wisata sepertihalnya mengenai kebersihan  masih berlangsung, sepertihalnya membuang kotoran ternak pada kandang komunal kesungai. Untuk menjadi desa wisata budaya yang seperti ini harus ditinggalkan oleh masyarakat, tegasnya.

Setelah kita melakukan sosialisasi masyarakat sepakat  menerima konsep kotoran ternak itu harus dilakukan lokalisir. Proses lokalisir itu bisa dengan cara mengolah kotoran menjadi bio gas ataupun komposter. Akan tetapi hal ini tidak bisa lepas dari instansi terkail untuk melakukan pendampingan dan pembinaan terhadapa peternak tersebut.

Kades Dompyong menyambut gembira dengan adanya wacana menjadikan Dompyong menjadi salah astu desa wisata. Ternyata yang selama ini sumber penghidupan masyarakat yang hanya bertani dan beternak ini terdapat peluang lain yang bisa menjadi sumber penghasilan baru. Seluruh element  masyarakat yang ada di desanya mendukung penuh dengan adanya wacana ini. Terbukti saat melakukan gotong royong membuat akases jalan menuju Cuban Rambat masyarakat bersama Polsek, Koramil dan Kecamatan terlihat sangat antusias.

Pihaknya hanya bisa berharap pemerintah Daerah bisa mendukung penuh suksesnya desa wisata ini, sehingga Dompyong menjadi salah satu desa rujukan untuk  tujuan wisata, tegas Kades. (Kenthunk)

Subcategories

TOP